Tujuh OTG di Balut Reaktif, Jubir: Keluarga Dekatnya Semua Negatif

Foto ilustrasi tim medis penanganan covid-19.

Ilustrasi tim medis Covid-19. (Foto: Istimewa)


BANGGAI, LUWUKTIMES.com— Tujuh orang tanpa gejalah (OTG) di Kabupaten Banggai Laut (Balut), hasil rapid test covid 19 dinyatakan reaktif. Ketujuh warga tersebut kini menunggu hasil uji swab di Labkes Palu.

“Ketujuh OTG yang menjalani pengambilan sampel swab dalam kondisi sehat,” kata juru bicara (jubir) tim gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Balut, Bustanul Arifin, S.Farm Jumat (29/05/2020).

Dalam rilis yang diterima Luwuktimes.com, berdasarkan laporan satu kasus terkonfirmasi positif dari Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tim Kesehatan melalui RSUD Banggai telah melakukan rapid-test terhadap 17 orang OTG. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan tujuh OTG dengan rapid-test reaktif (belum tentu positif).

Selanjutnya, terhadap semua keluarga dekat ke tujuh OTG tadi juga dilakukan pemeriksaan rapid-test. “Alhamdulillah, hasilnya nonreaktif,” kata Bustanul.

Berdasarkan protokol penanganan COVID-19, penanganan 7 OTG ini harus menjalani pengambilan swab.


Baca juga: Hasil Swab 6 Warga Kabupaten Banggai Negatif Covid-19


“Pengambilan swab telah dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Mei 2020. Pengambilan swab dilakukan dua kali untuk tiap OTG. Nah, inilah alasannya proses ini dilaksanakan selama 2 hari,” kata Bustanul.

Dijelaskannya lagi, untuk menjaga kualitas sampel, setelah diambil pada hari ke-2 (pagi), sampel langsung dikemas sesuai dengan standar yang disyaratkan. Dan pada hari yang sama, langsung di bawa ke Palu untuk dilakukan pemeriksaan PCR.

“Seluruh proses dilakukan dengan sangat hati hati, agar sampel tetap berkwalitas dan petugas kesehatan pembawa sampel dalam kondisi fit,” jelas dia.

Ada tiga pesan disampaikan Jubir tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Balut.

Pertama, tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni rajin cuci tangan, jaga jarak minimal 1.5 meter dan selalu menggunakan masker.

Kedua, kelola stres dan perhatikan asupan gizi makanan. Sedang ketiga, hilangkan stigma negatif terhadap OTG.

“Mohon diingat bahwa sebelumnya, OTG telah menjalani masa karantina selama 14 hari (sejak hari pertama tiba di Banggai Laut). Bahkan masa karantina mereka diperpanjang 18 hari (menunggu uji swab),” ucap Bustanul. *


(im)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: