Refocusing Anggaran 70 Persen, Pengawasan DPRD Bakal tidak Maksimal

Anggota Komisi 3 DPRD Banggai Irwanto Kulap.


LUWUKTIMES.com— DPRD Banggai tetap pada sikap awal bahwa dana refocusing tahap III untuk penanganan covid-19 hanya Rp2,5 miliar. Kalangan wakil rakyat beralasan, ketika pemangkasan mencapai 70 persen, maka pengawasannya tidak akan maksimal.

“Kami berharap seperti itu dana refocusing tahap III untuk DPRD Rp 2,5 miliar,” kata anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Irwanto Kulap Kamis (23/04/2020).

Lembaga yang diketuai Suprapto ini sudah merasionalisasikan anggaran yang diperuntukan penanganan covid-19 di daerah ini.

Tahap I besaran refocusing Rp1,5 miliar, tahap II Rp5 miliar dan untuk tahap III ini eksekutif mengusulkan Rp10,9 miliar.

Namun untuk tahap III, kalangan dewan belum mengamininya. Dan alasan itu disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

“Kalau sampai dirasionalkan Rp10.9 miliar, maka total relokasi tahap 1,2 dan 3 sudah berjumlah Rp16.5 miliar atau mencapai kurang lebih 70 persen,” kata Irwanto.

| Lihat juga:

Warga Sulit Dapat Air Bersih, Fraksi PKS Sorot PDAM

“Nah bandingkan dengan sekretariat daerah dan SKPD lainnya, semisal PUPR. Ini kan keterlaluan sehingga fungsi pengawasan kita pasti tidak jalan,” tambah Irwanto.

Aleg tiga periode ini menambahkan, bukan berarti DPRD tidak setuju. Akan tetapi harus melihat secara proporsional dan profesionalitas serta berkeadilan.

Dalam surat kesepakatan bersama (SKB) 2 Menteri bahwa belanja modal barang dan jasa itu harus dirasionalisasikan 50 persen.

“Nah sekarang apakah belanja modal di luar DAK sudah dirasionalisasi 50 persen,” tanya Irwanto.

Sekali lagi Wanto-sapaannya mengatakan bahwa pada prinsipnya dewan tetap mendukung rasionalisasi di tengah pandemi ini. Hanya saja langkah tersebut harusnya berkeadilan.

Diujung komentar Wanto menegaskan, pemikiran ini bukan hanya lahir dari pribadinya. Melainkan dari semua unsur pimpinan DPRD (ketua dan dua wakil ketua) bersama para anggota dewan lainnya.

“Sikap kita (DPRD) sudah bulat seperti itu. Dan jangan lagi dibilang ada anggota dewan yang provokator,” tandas aleg dapil II ini. *

(st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: