Lambannya Bantuan Beras ke Warga, Ini Klarifikasi Dinsos

Syaifudin Muid

LUWUKTIMES.com— Distribusi bantuan sembako berupa beras 10 kilogram kepada warga yang terdampak covid-19 lamban. Sejauh ini masih ada 16 kecamatan dari 23 kecamatan se Kabupaten Banggai yang belum menerimanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai, Syaifudin Muid Selasa (19/05/2020) tak menampik tentang tersendatnya penyaluran beras kepada warga penerima manfaat tersebut.

“Benar tersendat bantuan sembako berupa beras 10 kilogram kepada warga. Itu disebabkan Keuangan (BPKAD) yang lambat mencairkan pembayaran beras kepada penyalur beras. Sehingga penyalur beras jadi resah,” kata Syaifudin.

Dinsos kata Syaifudin, dalam melakukan pengadaan dan penyaluran beras dilaksanakan sesuai mekanisme covid-19. Sebab para penerima bantuan sosial (bansos) sembako adalah para warga yang terdampak virus corona, yang sebelumnya deretan nama penerima itu diusulkan para Kepala Desa dan Lurah.

“Dan penyaluran beras diserahkan oleh wakil Bupati Banggai atas nama Bupati Banggai,” kata Syaifudin.

Baca juga

Usai Lebaran Timsel Penjaringan Direktur PDAM Banggai Action

Diakuinya, sampai hari ini baru 7 kecamatan yang tersalur. Sementara masih ada 16 kecamatan lagi yang menunggu bantuan sembako. Pudin-sapaannya juga menyampaikan, dari hasil refocusing anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Banggai, Dinsos dialokasikan untuk jaring pengaman sosial sebesar Rp. 5,5 miliar.

Alokasi anggaran ini sambung Pudin, sudah dibicarakan dengan DPRD dan sudah disampaikan kepada Dinas Sosial secara resmi.

“Beras sudah dibagi. Yang membagi adalah Pemda. Sedang yang  menerima adalah masyarakat kabupaten Banggai. Yang mana yang salah,” terang Pudin.

Satu harapan Pudin yakni dana covid untuk jaring pengaman sosial segera dibayarkan demi menghindari keresahan ditengah masyarakat.

“Lagi pula dalam setiap kesempatan, pak Bupati selalu berpesan kepada kami para pembantu beliau untuk selalu tanggap dalam penanganan covid-19. Jangan lambat kalau pencairan dana covid-19,” kata Pudin. *

(st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: