Ini Langkah Tegas PHDI Banggai Hadapi Darurat Corona

Para pengurus PHDI Kabupaten Banggai. (FOTO: Istimewa)

_____

LUWUKTIMES.com— Parisada Hindu Dharma Indoensia (PHDI) Kabupaten Banggai memiliki sejumlah langkah dalam menghadapi situasi darurat corona Covid-19.

Kebijakan memerangi virus pandemi ini, dituangkan dalam surat edaran (SE) organisasi yang bermarkas di Pura Padma Bhuana Jalan Batu Putih KM 2 Luwuk Banggai Sulawesi Tengah ini.

“Kami sangat serius dalam mencegah penyebaran virus corona dalam situasi darurat seperti ini,” tegas Ketua PHDI Kabupaten Banggai, I Nyoman Sumerta, Sabtu (28/03/2020).

Dijelaskannya, setelah memperhatikan kondisi terkini terkait penyebaran virus Covid-19 yang semakin mewabah, PHDI Banggai merasa perlu mengambil sejumlah langkah pencegahan.

Upaya itu sebagaimana tertuang dalam SE PHDI nomor:16 /SE/PHDI-BGI/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang penyelenggaraan sosial dan keagamaan Hindu dalam situasi darurat covid-19.

Pertama, kata Sumerta, terkait pelaksanaan Upakara Dewa Yadnya.

Dalam pelaksanaan Upakara Dewa Yadnya yang berpotensi melibatkan banyak orang ditiadakan.

Akan tetapi jika harus dilaksanakan, maka dilakukan dengan upakara sederhana tanpa mengurangi tatwa Hindu. Dengan begitu tidak melibatkan banyak orang (Pemuput, Serati dan Pengurus/Manggala Yadnya).

Kedua, Upakara Manusia Yadnya. Pada pelaksanaan Upacara manusia Yadnya juga berpotensi melibatkan banyak orang. Karena virus corona, kami pun meniadakan banyak orang.

Tapi jika harus dilaksanakan cukup proses administrasi untuk memenuhi syarat perundang-undangan, dilaksanakan dengan personil terbatas.

Ketiga, Upakara Pitra Yadnya. Agenda ini kata Sumerta berkaitan dengan kematian dilaksanakan proses pemendeman/mekingsan di pertiwi, ring geni dengan upakara sederhana tanpa menyalahi tatwa Hindu dengan personil terbatas.

Berkaitan dengan pengabenan juga tertuang dalam SE PHDI Banggai.

“Kegiatan pengabenan yang berpotensi melibatkan banyak orang ditiadakan. Jika harus dilaksanakan dilakukan dengan upakara sederhana tanpa mengurangi tatwa Hindu sehingga tidak melibatkan banyak orang,” kata Sumerta yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara untuk perawatan jenazah pasien Covid-19, sambung mantan anggota DPRD Banggai ini pelaksanaannya mengikuti protokol kesehatan.

Keempat dan kelima, Upakara Bhuta Yadhya dan Resi Yadnya.

Dua prosesi keagamaan ini sambung Sumerta melibatkan orang banyak, juga ditiadakan.

“Jika harus dilaksanakan dilakukan dengan upakara sederhana tanpa mengurangi tatwa Hindu sehingga tidak melibatkan banyak orang,” kata Sumerta.

Dia juga berpesan kepada semua umat Hindu di Kabupaten Banggai untuk tetap waspada serta melaksanakan social distancing serta protokoler kewaspadaan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran penularan Covid 19.

Dengan begitu kehidupan berbangsa dan bernegara segera pulih kembali.

Diakhir komentar, Sumerta kembali menegaskan, segala kegiatan yang melibatkan umat Hindu dalam jumlah besar harus melapor kepada pemerintah setempat dan aparat kepolisian sesuai tingkatannya. (st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: