Di Kabupaten Banggai Status ODR Covid-19 Capai 3.804 Orang

Grafis jumlah ODR di Kabupaten Banggai hingga Senin (20/04/2020) pukul 13.00 wita.

____

LUWUKTIMES.com— Masyarakat Kabupaten Banggai tetap waspada terhadap penyebaran virus corona atau covid-19. Hingga Senin (20/04/2020) pukul 13.00 wita, sebanyak 3.804 warga dinyatakan masuk orang dalam risiko (ODR) terjangkit virus pandemi tersebut.

Data itu sebagaimana dikutip dari survailans ketat covid-19 terhadap pelaku perjalanan dari wilayah dengan transmisi lokal dan daerah terkonfirmasi kasus covid-19.

Dari angka tadi, terdapat 476 ODR baru. Sedang ODR selesai masa pemantauan sebanyak 3.065 orang.

“Pelaku perjalanan dari daerah terkonfirmasi kasus positif, itu masuk dalam kategori ODR,” kata juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, tadi siang.

Jumlah ODR di daerah ini, tersebar merata pada semua kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Toili yakni 663 ODR dengan 538 orang selesai masa pemantauan, disusul Kecamatan Toili Barat terpantau 460 ODR dan 352 orang diantaranya selesai masa pemantauan serta Kecamatan Batui ODR terpantau 339 orang dan yang selesai masa pemantauan 235 orang.

Wilayah terkecil jumlah ODR nya ada di Kecamatan Lobu, yakni terpantau 51 orang serta selesai masa pemantauan 38 orang.

Baca Juga:

Swab 1 PDP Nambo Negatif, Bagaimana dengan 7 PDP Masama?

APA ITU ODR

Banyak kalangan mungkin belum mengetahui apa itu ODR. Karena selama ini istilah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang lebih akrab di telinga.

Penetapan status ODR terjangkit corona ialah orang-orang yang dalam waktu dekat memiliki riwayat bepergian dari negara atau daerah yang terpapar corona.

Selain itu, orang ini juga pernah berhubungan dengan PDP. Hanya saja, orang yang berstatus ODR ini belum menunjukkan gangguan fisik sebagaimana gejala corona yang biasa timbul.

Jika ODR belum menunjukkan gejala terpapar corona, hal ini berbeda dengan yang dialami oleh orang yang berstatus ODP.

Kategori ODP ini statusnya ditetapkan berdasarkan pengalaman bepergian ke negara atau daerah terpapar corona dalam waktu belakangan ini. Selain itu ia juga sudah mulai menunjukkan gangguan fisik.

Sedangkan status PDP ialah seseorang sudah harus mendapat penanganan secara medis di rumah sakit. *

(im)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: