Alat Test PCR segera Tiba di Kabupaten Banggai

Alat test PCR segera tiba di Luwuk Kabupaten Banggai. (Foto: Ilustrasi)

____

LUWUK TIMES.com— Kabupaten Banggai segera memiliki alat test polymerase chain reaction (PRC). Alat ini dinilai lebih akurat untuk melakukan pemeriksaan coronavirus atau Covid-19.

“Hari ini kami memeriksa saudara-saudara kita yang datang di Kabupaten Banggai dengan menggunakan rapid test. Insyallah kedepan kita akan memiliki alat test PCR,” kata Bupati Banggai, Herwin Yatim, disela-sela peninjauan rapid test di Bandara Syukuran Aminudin Amir (SAA), Sabtu, (11/04/2020).

Perlu diketahui publik, metode PCR sering disebut swab test dengan menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan.

Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan cara menyeka bagian belakang tenggorokan. Dari segi waktu pemeriksaan, hasil pemeriksaan dengan rapid test membutuhkan waktu 10 menit hingga 2 jam. Sementara pemeriksaan dengan metode PCR paling cepat membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Metode PCR tersebut diklaim memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap virus COVID-19.

Pada metode PCR, ketika sampel cairan dari saluran pernapasan bawah tiba di lab, para peneliti mengesktrak asam nukleat di dalamnya. Asam nukleat tersebut mengandung genom virus yang dapat menentukan adanya infeksi atau tidak dalam tubuh.

Berdasarkan laporan tim gugus Covid-19 Kabupaten Banggai per tanggal 11 April 2020, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 26 orang. Dari jumlah itu, delapan diantaranya dinyatakan sembuh. Sementara selebihnya masih dalam pemantauan. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tidak ada kasus.

Menurut Jubir covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, ada sejumlah giat tim Covid-19. Diantaranya, Bupati bersama tim gugus covid-19 meninjau langsung kegiatan pemeriksaan tes cepat (rapid tes) oleh petugas kesehatan pada penumpang Batik Air yang baru tiba dari zona merah di bandara SAA Luwuk.

“Sebanyak 25 penumpang yang diperiksa melalui rapid test. Dan hasilnya negatif,” kata Nurmasita. (*)

(st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: