Yasfora Minta Tunda Tagihan Leasing ke Debitur

Aswan Ali

___ ” ___

“Kan sudah ada jaminan finansial pemerintah pusat kepada bank dan non bank,”

___ ” ___

LUWUKTIMES.com— Yayasan Forum Kedaulatan Rakyat (Yasfora) Kabupaten Banggai meminta agar dilakukan penundaan tagihan kredit leasing kepada para debitur.

Hal yang sama berlaku juga kepada para pihak perbankan di daerah ini.

“Stop tagihan kredit leasing kepada debitur. Begitu pula pihak bank,” kata Direktur Eksekutif Yasfora Kabupaten Banggai, Aswan Ali, Jumat (27/03/2020).

Dia merespon kebijakan pemerintah pusat terkait langkah dalam menjawab dampak dari penyebaran virus Covid-19 ini.

“Kebijakan populis pak Presiden Jokowi ini patut diapresiasi,” kata Aswan.

Tapi sambung dia realita di lapangan tidak demikian. Masih banyak warga yang mengaku dikejar kejar leasing untuk membayar cicilan kendaraan.

“Saat ini masyarakat pertanyakan bagaimana tindak lanjut dari kebijakan penundaan pembayaran cicilan di bank dan leasing,” kata Aswan.

Kebijakan relaksasi atau penundaan sementara terkait pembayaran kredit, baik roda dua maupun roda empat, karena pemerintah pusat telah memberi jaminan finansial pembayaran bunga dan pokok cicilan kepada perbankan dan non perbankan.

“Kan sudah ada jaminan finansial pemerintah pusat kepada bank dan non bank,” tekan Aswan.

Menyangkut teknis relaksasi tadi sambung Aswan, itu yang menjadi kewajiban bank dan non bank untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan RI.

Lagi pula tambah dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi suporting atas kebijakan Jokowi tersebut.

Langkah yang perlu diambil saat ini saran Aswan, pihak bank dan nonbank segera sosialisasi kepada debitur maupun nasabah terkait kebijakan pemerintah pusat itu.

TUNDA PEMBAYARAN KREDIT

Sekadar diketahui publik, Presiden Jokowi sudah mengintervensi lembaga perbankan dan nonperbankan lewat OJK untuk menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun.

Dia mengatakan, penundaan itu dikhususkan kepada mereka yang punya nilai kredit di bawah Rp 10 miliar.

“OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar,” kata Jokowi.

“Baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank. Akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga,” sambung Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Jokowi mengaku banyak mendengar keluhan dari pekerja transportasi seperti ojek, sopir hingga nelayan yang punya masalah kredit kendaraannya di tengah pandemi virus Corona.

Jokowi meminta mereka tidak khawatir karena pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran selama setahun.

“Beberapa skenario juga telah kita hitung, kita kalkulasi mengenai prediksi dari Covid-19 di negara kita, Indonesia April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk seperti apa, skenario sedang seperti apa, skenario ringan seperti apa?

Dan saya kira kita ingin kita berada pada skenario yang ringan,” kata Jokowi. (*/im)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: