Shalat Jumat Ditiadakan, Ini Tanggapan Warga

Para jamaah masjid Agung Annur Luwuk menunaikan shalat Dzuhur Jumat (23/03/2020). (FOTO: Istimewa)

LUWUKTIMES.com— Surat edaran MUI Kabupaten Banggai meniadakan sementara shalat Jumat dengan menggantikan shalat Dzhuhur di rumah, ditindaklanjuti seluruh masjid di Kota Luwuk.

Akan tetapi, keputusan itu tidak serta merta didukung warga. Beragam komentar lahir terkait kebijakan tersebut.

“Saya tidak sepakat dengan ditiadakannya shalat Jumat,” kata Burhanudin warga Kecamatan Luwuk yang ditemui Jumat (27/3/2020).

Dalam menghadapi penyebaran Covid-19, mestinya umat Muslim semakin mendekatkan diri pada Allah. Salah satunya memakmurkan masjid.

“Bukan seperti ini. Masjid malah ditinggalkan,” kata Burhanudin.

Atau tambah dia, ada solusi lain. Setiap jamaah yang menunaikan shalat Jumat dibagikan masker kesehatan serta alat pelindung diri (APD) lainnya.

Pernyataan tidak mendukung shalat Jumat ditiadakan juga disampaikan warga lain.

“Masa kita tidak bisa shalat Jumat di masjid. Sementara masih banyak tempat hiburan dibuka,” ucap warga.

“Kita memang perlu waspada dengan virus ini (corona). Tapi kita juga tetap mendekatkan diri pada Allah. Salah satunya shalat di masjid,” tambah warga lainnya.

Dari amatan wartawan, para jamaah Masjid Agung Annur Luwuk tetap berdatangan. Meski jumlahnya tidak sebanyak Jumat biasanya.

Ada yang beda dari sebelumnya. Saat muadzin mengumandangkan adzan lafadz “Hayya Ala as Shalah” diganti “Shalluu fii Rihaalikum. Dan lafadz itu tetap diulang sebanyak dua kali.

Siang itu para jamaah menunaikan shalat Dzuhur. Dipimpin imam masjid Annur, barisan jamaah hanya 4 shaf. (st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: