PT. SAS Indonesia Maksimalkan Pencegahan Virus Covid-19

Para karyawan PT. SAS Indonesia foto bersama dengan PMI Kabupaten Banggai. (FOTO: Istimewa)

___

LUWUKTIMES.com— PT. Sasl and Sons (SAS) Indonesia yang berada di desa Kayutanyo Kecamatan Luwuk Timur semakin memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Berbagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona sudah kami maksimalkan,” kata admin PT. SAS Indonesia, Gabriel HR kepada media ini tadi malam.

Ada beberapa kosentrasi yang kini dilakukan perusahaan dalam pencegahan virus pandemi tersebut.

Perusahaan berupaya melengkapi karyawan dengan menggunakan masker kesehatan.

Begitu pula menyediakan wadah pencuci tangan di dua pintu gerbang beserta hand sanitizer.

Managemen perusahaan tambah Gabriel juga menyebarkan memo kepada seluruh karyawan tentang pencegahan virus corona serta gejalanya.

Termasuk perlunya pelaporan kepada perusahaan jika terdapat karyawan mengalami gejala untuk selanjutnya dilakukan penanganan secara medis.

Penyemprotan cairan disinfektan di perusahaan. (FOTO: Istimewa)
___

Tidak itu saja, tambah dia, perusahaan telah membangun kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai.

“Hari Minggu tanggal 22 Maret telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Tujuannya untuk sterilisasi lingkungan kerja yakni kantor dan tempat produksi perusahaan,” kata Gabriel.

Terkait dengan himbauan Bupati Banggai Herwin Yatim sambung dia, sangat dipatuhi perusahaan. Salah satunya social distancing.

“Kami juga menaati himbauan bupati Banggai untuk merumahkan karyawan sebagai upaya social distancing selama lima hari sejak tanggal 27-31 Maret,” ucapnya.

Selain me-masifkan pencegahan di lingkup perusahaan yang memproduksi tepung kelapa, PT. SAS Indonesia berharap Pemda fokus melakukan pengawasan terhadap distribusi alat pelindung diri (APD) di daerah ini.

Langkah itu dilakukan agar Kabupaten Banggai tidak mengalami kekurangan APD, diantaranya masker kesehatan hand sanitizer dan lainnya.

Terkait kronologis karyawan warga negara asing (WNA) juga dijelaskannya. Perusahaan telah melakukan pemeriksaan ke RSU Luwuk Rabu 18 Maret 2020.

Dari hasil pemeriksaan RSU Luwuk WNA itu tidak teridentifikasi mengalami virus Covid-19.

Meski memiliki riwayat perjalanan dari Srilangka ke Indonesia yang tiba di tanggal 9 Maret 2020.

Pihak RSU selanjutnya menyarankan beristrahat di rumah selama 14 hari. Dan jika terdapat gejala selanjutnya berupa demam dan kesulitan bernafas, WNA itu harus kembali di rawat di RSU Luwuk. (im)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: