Pelabuhan Bobong Taliabu Lebih Ketat Dibanding Pelra Luwuk

Petugas medis saat melakukan rapid tes kepada penumpang di pelabuhan Pagimana, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)


LUWUKTIMES.com— Pencegahan penyebaran virus covid-19 melalui transportasi laut, sepertinya lebih ketat dilakukan pihak pelabuhan Bobong Taliabu Provinsi Maluku Utara, dibanding di pelabuhan rakyat (Pelra) Luwuk Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

Fakta itu terungkap ketika awak media ini melakukan perjalanan laut dari Luwuk menuju Taliabu, pekan lalu.

Dari amatan wartawan, para penumpang KM Graselia setibanya di pelabuhan Bobong sekitar pukul 01.00 wita dini hari, langsung dilakukan pemeriksaan melalui rapid tes oleh tim gugus tugas covid-19 setempat.

Selain puluhan penumpang yang menjalani protokol kesehatan covid, para petugas di pelabuhan sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh barang bawaan penumpang.

Ketatnya pencegahan penyebaran virus pandemi juga dilakukan di setiap desa di wilayah tersebut.

Menariknya lagi, tak hanya penumpang, Kapten kapal bersama ABK turut didata. Bahkan sampai di kediaman masing-masing, tim medis disana masih melakukan pemeriksaan. Tujuannya untuk memastikan semua dinyatakan sehat dan tidak terpapar.

Tak hanya tim medis yang terlibat. Sejumlah instansi berkompoten turut bersama-sama turun lapangan. Mereka adalah TNI/Polri, BPBD, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Kondisi kontradiktif terlihat di Pelra Luwuk. Saat KM Sumber Raya tiba di Pelra sekitar pukul 03.00 wita dini hari, tidak terlihat petugas dari instansi berwenang. Sehingga tidak dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

Yang ada hanyalah para sopir taksi serta ojek yang menanti penumpang turun dari kapal.

Hal ini tentu saja rentan terjadi penyebaran virus corona, jika Pemda Banggai melalui tim gugus tugas nya lengah. Semoga saja virus yang telah banyak memakan korban jiwa itu steril di Kabupaten Banggai. *

(cm)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: