Obat Virus Corona Ditemukan, 125 Pasien Dinyatakan Sembuh

Obat Remdesivir diklaim telah menyembuhkan 125 pasien corona di AS. (Foto: Istimewa)

____

JAKARTA, LUWUK TIMES.com— Kabar gembira buat masyarakat dunia. Remdesivir, obat penangkal virus Corona yang diproduksi Gilead Sciences mulai terbukti manjur setelah diujicoba pada 6.000 pasien.

Di Amerika Serikat semakin banyak pasien yang melakukan pendaftaran untuk melakukan uji coba mengkonsumsi obat ini, setelah berhasil memulihkan 125 pasien di Amerika Serikat (AS).

Seperi diberitakan Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat waktu setempat, jumlah pasien yang mendaftar untuk menguji obat ini mencapai 3.600 orang, bertambah dari sebelumnya 2.400 pasien.

“Perkiraan pendaftaran dalam percobaan yang dijalankan oleh Gilead meningkat menjadi 6.000 pasien dari 2.400 sebelumnya,” tulus Reuters, dikutip Sabtu, 18 April 2020.

Kabar baik ini direspons positif oleh pasar, di tengah pandemi Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Hal ini terlihat dari jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di seluruh dunia hingga Sabtu, 18 April 2020 telah mencapai 2,24 juta orang dan menewaskan 153,822 orang. Amerika Serikat jadi negara dengan jumlah pasien terifenksi paling besar di dunia, mendekati angka 700 ribu orang.

Sebelumnya, peneliti dari Universitas Kedokteran Chicago mengatakan, Remdesivir sebagai pengobatan yang efektif menyembuhkan virus Corona jenis baru ini.

Alhasil, ini membuat saham Gilead Sciences Inc pun melonjak 12,7 persen pada penutupan perdagangan Kamis kemarin dan kembali menguat pada Jumat 9,73 persen ke level 83,99 per US$.

Remdesivir yang kode pengembangan GS-5734 adalah obat antivirus, sebuah produk analog nukleotida baru, yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Gilead Sciences.

Pada awalnya obat ini untuk menangani infeksi penyakit virus Ebola dan virus Marburg meskipun ditemukan juga aktivitas antivirus yang wajar terhadap virus yang terkait seperti virus pernapasan respirasi, virus Junin, virus demam Lassa, dan virus kor-MERS. *

(hps/hps)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: