Kebijakan Populis HY, Minta Perbankan Tunda Pembayaran Kredit

Bupati Banggai Herwin Yatim. (FOTO: ISTIMEWA)

____

LUWUKTIMES.com— Penyebaran virus corona berdampak terhadap perekonomian rakyat. Terlebih lagi masyarakat lapis bawah.

Kebijakan stay home, tentu saja berimplikasi terhadap warga yang tidak memiliki pendapatan per bulan. Lebih lebih yang memiliki kredit di bank ataupun non bank alias leasing.

Bupati Banggai, Herwin Yatim (HY) tak ingin ekonomi rakyatnya terpuruk, gara gara pandemik global tersebut.

Politisi PDIP ini pun mengambil langkah populis, dengan meminta Perbankan dan non Perbankan untuk penundaan kewajiban kredit.

Permintaan itu tertuang dalam surat Bupati Banggai nomor 570/508/Diskop tanggal 30 Maret 2020.

Ada dua hal yang menjadi dasar Bupati Banggai sehingga mengeluarkan surat itu.

Yakni instruksi Presiden RI tentang kredit angsuran dampak dari virus covid-19 dan surat edaran POJK nomor 11/POJK/03/2020 tentang stimulan penundaan pembayaran bunga dan pokok kredit.

Dalam surat itu tertuang sejumlah point.

Pertama, untuk mendorong optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan kebijakan stimulus perekonomian sebagai dampak covid-19.

Kedua, debitur yang terkena dampak penyebaran covid-19 termasuk debitur UMKM baik secara langsung maupun tidak langsung pada sektor ekonomi, agar pihak perbankan dapat mengadakan relaksasi atau kelonggaran kredit, tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiyaan atau jenis debitur.

Pada poin selanjutnya, Bupati meminta kepada pihak perbankan dan non perbankan untuk tidak mengejar angsuran bagi para nasabahnya, apalagi menggandeng pihak debt collektor. (st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: