Kebijakan Lock Down Perlu Diterapkan di Kabupaten Banggai

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Banggai, Batia Sisilia Hadjar. (Foto: Istimewa)

Batia Sisilia Hadjar

___ ” ___

“Sebagai wilayah yang terbuka dengan daerah lain, sehingga sangat rentan masuknya virus corona”

___ ” ___

LUWUKTIMES.com— Bak dayung bersambut. Apa yang menjadi desakan Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira bahwa Pemprov perlu menerapkan kebijakan Lock Down atau menutup akses keluar masuk Sulteng, didukung sepenuhnya Wakil Ketua DPRD Banggai, Batia Sisilia Hadjar.

“Saya sepakat dengan pernyataan ibu Nilam, perlunya menutup akses keluar masuk Sulteng dalam rentang waktu dua minggu ke depan. Dan kebijkan lock down ini sangat memungkinkan diterapkan di Kabupaten Banggai,” kata Batia Minggu (15/3/2020).

Kabupaten Banggai kata Batia, akses transportasinya sangat lancar. Baik melalui darat, laut maupun udara.

“Sebagai wilayah yang terbuka dengan daerah lain, sehingga sangat rentan masuknya virus corona,” kata Batia.

“Saya kira Pemda Banggai perlu juga menerapkan kebijakan Lock down selama dua pekan untuk mengantisipasi menyebarnya covid 19,” tambah Batia.

Pendapat Ketua DPRD Sulteng segera membangun posko layanan dan pengaduan informasi tentang virus corona juga diaminkan Ketua DPD Partai NasDem Banggai ini.

“Publik harus mendapati informasi yang benar. Ini juga sekaligus menangkal berita hoaks yang berdampak terhadap kepanikan warga,” jelas Batia.

“Begitu pula masyarakat dengan mudah diarahkan ketika merasakan adanya gejalah virus yang cukup mematikan tersebut,” ucap Batia.

Pemikiran positif Nilam yang selanjutnya mendapat respons Batia yakni segera menyiapkan fasilitas rumah sakit penampungan dan perawatan penderita Corona.

“Ini ide brilian. Saya sepakat untuk diterapkan,” kata Batia.

Seperti dilansir di Metrosulawesi.id, Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Nilam Sari Lawira SP MP, meminta dan mendorong Gubernur Sulteng, Drs H. Longky Djanggola M.Si, untuk segara mengambil langkah-langkah cepat dan terukur, terkait dengan ancaman pendemi Covid-19.

Ada tiga hal yang mendesak untuk dilakukan dalam pencegahan virus corona di Sulawesi Tengah.

Pertama, kebijakan Lock Down atau menutup akses keluar masuk Sulteng, khususnya bandara udara, pelabuhan dan lain-lain. Paling tidak, dalam rentang waktu dua minggu ke depan.

Kedua, perlu segera membangun posko layanan dan pengaduan informasi tentang virus Corona.

Sedang ketiga, sejak dini, harus segera menyiapkan fasilitas rumah sakit penampungan dan perawatan penderita Corona.

Agar proses isolasi dan karantina bisa berjalan tanpa memberi gangguan signifikan pada aktivitas sosial sehari-hari warga lainnya.

‘’Saya juga menghimbau pada seluruh warga Sulteng, agar tidak segan atau malu untuk segera memeriksakan diri dan keluarga, bila menemukan ada gejala Corona,’’ harap Nilam Sari. (*st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: