Kabar Corona Masuk Luwuk, Ini Penjelasan Jubir Tim Covid-19 Banggai

FOTO : Ilustrasi

___

LUWUKTIMES.com— Kabar virus corona masuk Kota Luwuk, langsung diklarifikasi tim Gugus Pencegahan Covid 19 kabupaten Banggai.

Juru bicara (jubir) tim covid-19 Kabupaten Banggai Nur Masita Datu Adam kepada sejumlah media Selasa (17/3/2020) menjelaskan, dalam penegakan diagnosa tidak ada lagi mencantumkan suspec.

Akan tetapi dikenal dengan dua kriteria, yakni orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

FOTO: Ilustrasi
___

ODP dijelaskan secara teknis Nur Masita, dengan gejala demam suhu 38 derajat celsius mengalami batuk, sesak nafas dan selama14 hari terakhir pernah berkunjung ke negara atau wilayah terjangkit.

“Orang tersebut diperlukan isolasi dirumah selama 14 hari. Dan kalau ada gejala lain segera ke rumah sakit,” kata dia.

Sedang untuk kriteria PDP sambung Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai ini dengan gejala yang sama di tunjang hasil pemeriksaan penunjang baik laboratorium maupun rontgen.

“Dan ini perlu untuk isolasi di rumah sakit selama 14 hari,” kata dia.

Untuk kasus warga Nambo kata Nur Masita, dari riwayat perjalanan orang tuanya keluar negeri dan kembali ke tanah air di tanggal 1 Maret serta mengalami sakit panas di 16 Maret sehingga melewati 14 hari.

Itupun pertegas dia, hasil pemeriksaan laboratorium normal. Begitu pula hasil rontgen kesan bronkitis.

Dan dari hasil tersebut pasien selama di rumah sakit tidak di rawat di ruang isolasi. Alasan Nur Masita, karena tidak memenuhi kriteria PDP.

Sementara kasus kedua, dari warga negara asing (WNA) berobat dengan gejala demam. Hasil pemeriksaan dokter adalah radang tenggorokan dan perlu isolasi atau istrahat di rumah selama 14 hari.

Apabila gejala tidak membaik, maka saran dia segera masuk rumah sakit.

Untuk kasus ketiga, karyawan pabrik kelapa. Yang bersangkutan masuk Puskesmas di tanggal 16 Maret dengan gejala demam 37,8 derajat celsius, batuk, flu serta riwayat tidak pernah berkunjung ke daerah terpapar atau kontak dengan orang dari wilayah terjangkit.

Dan orang itu telah diobservasi satu malam di Puskesmas selanjutnya dipulangkan untuk istrahat di rumah selama 14 hari. (sh)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: