Ini Perjalanan Mustar di Panggung Politik

LUWUK— Mustar Labolo terkenal sebagai politisi handal. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Banggai, Mustar merupakan legislator DPRD Sulteng.
Buya-begitu dia sering disapa, karir politik pertamanya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selama 10 tahun (1990-2000) Mustar berkiprah di partai berlambang Ka’bah tersebut.
Dua tahun kemudian Mustar beralih ke Partai Bulan Bintang (PBR), yakni di tahun 2002. Di partai yang sempat dipimpin dai kondang almarhum KH. Zainudin MZ ini, Mustar hanya empat tahun (2006).
Di tahun 2012, dia terdaftar sebagai kader Partai Demokrat. Lewat partai itu, Mustar kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sulteng.
Saat pilkada Banggai dihelat di tahun 2015, Mustar digandeng Herwin Yatim sebagai calon wakil bupati.
Keduanya mendapat legitimasi rakyat untuk memimpin negeri Babasal ini.
Di tengah perjalanan sebagai Banggai II, Mustar kembali hengkang dari Partai Demokrat. Dia kemudian memilih Gerindra sebagai partai barunya.
Mustar pun dilegitimasi sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai.
Tentu Mustar punya alasan sehingga harus pindah lagi ke PDIP. Hal ini untuk memuluskan duet petahana Herwin-Mustar (Winstar) di Pilkada Banggai 2020. Pasalnya, DPP PDIP tidak akan mengeluarkan rekomendasi buat paket ini jika keduanya bukan berasal dari kader banteng moncong putih. Politik itu memang kepentingan. (ST)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: