Ini Penjelasan Teknis Dinas PUPR Tentang Banjir di Pangkalasean

Berkoordinasi antara Kadis PUPR Banggai, Kaban BPBD, Camat, Muspika serta Kades Pangkalasean. (FOTO: Istimewa)

____

LUWUK TIMES.com— Desa Pangkalasean Kecamatan Balantak Utara Kabupaten Banggai langganan banjir.

Senin 30 Maret 2020 lalu musibah alam itu kembali terjadi. Hujan deras seharian mengakibatkan puluhan rumah di desa itu terendam.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Banggai atas instruksi Bupati Banggai Herwin Yatim langsung bergerak cepat.

Organisasi perangkat daerah (OPD) pimpinan Bambang Eka Sutedi itu melakukan inspeksi teknis di lapangan.

“Kami melakukan inspeksi teknis lapangan bencana banjir sungai Pangkalasean dan rencana penganannya lebih lanjut. Itu sesuai perintah segera dari pimpinan daerah,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Bambang Eka Sutedi, Sabtu (04/04/2020).

Secara teknis dijelaskannya, hasil survei bersama tim menyebutkan bahwa alur sungai Pangkalasean telah pindah dari alur lama.

Kadis PUPR Kabupaten Banggai, Bambang Eka Sutedi meninjau langsung di lapangan. (FOTO: Istimewa)
____

Saat banjir, debit air melebihi kapasasitas alur sungai. Dengan demikian terjadi luapan ke pemukiman warga.

Faktor utama, masih banyaknya sediman yang tidak bisa hanyut. Karena selain pendangkalan alur sungai, dimensi atau lubang jembatan tidak mampu meneruskan pengaliran air dan sedimen. Sehingga pada hilir jembatan alur sungai tidak lurus.

Begitu pula tambah Bambang, elevasi dasar sungai dengan air laut pasang naik, sehingga sendimen tidak bisa mengalir atau mengendap.

Sebenarnya secara teknis Dinas PUPR mampu menangani musibah banjir di desa yang masuk wilayah kepala burung tersebut.

Akan tetapi tim di lapangan menemui kendala. Menurut Bambang, sebagian warga tidak memberikan pembebasan tanah untuk pengembalian pada alur sungai lama dan jalur usaha kegiatan meluruskan alur sungai, baik di hulu maupun di hilir sungai.

Ada tiga OPD yang terlibat langsung terhadap dampak dari bencana alam ini. Selain Dinas PUPR juga ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai.

“Tim teknis bersama BPBD sudah turun lapangan untuk segera mengadakan langkah penanganan darurat sesuai perintah pak Bupati Banggai,” tutup Bambang Eka. (st)

Dua Solusi Penanganan Dinas PUPR Kabupaten Banggai

1). Jangka Pendek
Normalisasi alur sungai sepanjang 200 meter dan pemasangan bronjong sepanjang 400 meter ruas kiri dan kanan


2). Jangka Panjang
Pembangunan spillwil atau bangunan pembagi ruas dan perubahan bentang atau tinggi jembatan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: