Helton: PLN Awalnya Tidak Terbuka Soal Mesin Rusak

Komisi 3 DPRD Banggai hearing PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk, Selasa (3/3). FOTO ISTIMEWA

____

LUWUKTIMES.com— PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk dinilai tidak transparan ke publik terkait kondisi mesin yang rusak.

Nanti disaat hearing DPRD, perusahaan plat merah ini baru membukanya.

“PLN tidak pernah memberitahukan kepada masyarakat bahwa alatnya rusak,” kata anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Helton Abd. Hamid, di kantor DPRD Banggai, Selasa (3/3).

Yang masyarakat tahu sambung politikus Partai NasDem ini, hanyalah pemadaman listrik secara bergilir.

“Yang disampaikan kepada masyarakat hanyalah pemadaman bergilir,” kata Helton.

Lagi pula timpal mantan Wakil Ketua DPRD Banggai ini, PLN tidak konsisten dengan jadwal pemadaman bergilir yang dibuatnya.

“Pemadaman bergilir tidak lagi mengacu pada jadwal yang dibuat PLN. sehingga membuat warga resah,” ucap Helton.

Sebelum menjelaskan tentang kondisi di internal, yang berakibat tidak stabilnya pelayanan terhadap ribuan pelanggan listrik, Manager PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk, Agus Tasya meminta maaf kepada masyarakat Banggai.

“Awalnya kami minta maaf atas terjadinya pemadaman listrik,”kata Agus membuka pembicaraan pada hearing yang dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Fuad Muid sore itu.

Diakuinya, PLN Luwuk kekurangan daya. “Kurang daya di sistem Luwuk,” sembari menyandingkan angka megawatt antara daya puncak dengan kesiapan daya yang dimiliki.

Kendala lain, adanya gangguan mesin. Dan untuk proses perbaikan butuh waktu tidak singkat.

“Juga ada dua mesin yang overhaul,” kata Agus.

Belum lagi PLTMH mengalami debit air kurang.

Agus mengaku, atas belum maksimalnya pelayanan PLN, yang ditandai dengan pemadaman listrik, dirinya kena damprak bupati.

“Bupati sempat marah. Tapi Insyallah di Luwuk proses perbaikan, paling cepat 2 dan paling hari paling lambat sudah dapat dioperasikan kembali di tanggal 7 Maret ini.

Selain Fuad dan Helton, sejumlah anggota Komisi 3 hadir. Mereka diantaranya, Nasir Himran, Sientje Najoan, Suharto Yinata, Jodi Dayanun, Irwanto Kulap dan Winancy Ndobe. (st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: